Layanan Dermawan :

Charity

There is more happiness in giving than in receiving

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Program

Program Petani

PETANI Indonesia sebagai Negara agraris tentu sector pertanian merupakan sector utama dalam ekonomi di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui data BPS yang menyatakan bahwa saat ini 40,67 juta orang Indonesia berprofesi sebagai petani. Perhatian kepada petani pun menjadi sesuatu yang harus dilakukan untuk memastikan keberlangsungannya. LAZNAS Ikadi melihat bahwa program-program yang memberi dukungan kepada petani adalah sesuatu yang sangat penting. 47,3% rumah tangga miskin di Indonesia, merupakan rumah tangga yang dikepalai oleh seorang petani. Sehingga perlu ada intervensi dari LAZNAS Ikadi yang bertujuan untuk memastikan bahwa ada jaring pengaman bagi petani dalam bekerja sehingga menghadirkan rasa aman serta mampu melepaskan mereka dari kemiskinan.

Program Nelayan

Nelayan Saat ini, lebih dari 3 juta jiwa rakyat Indonesia berprofesi sebagai nelayan. Mereka menjadi nelayan yang mencoba mendapatkan hasil buruan di Indonesia yang lebih dari 75% luas wilayahnya merupakan wilayah perairan. Sayangnya, tren menunjukkan bahwa kondisi nelayan Indonesia cukup miris. Hal ini dikarenakan menurut data Kementrian Kelautan dan Perikanan, nelayan Indonesia justru semakin miskin alih-alih sejahtera. LAZNAS Ikadi melihat kondisi yang terjadi terhadap nelayan sebagai sebuah masalah yang perlu diselesaikan. Kondisi di mana nelayan kecil yang sulit bersaing karena kalah teknologi, kalah modal, dan kalah pengetahuan perlu ada intervensi untuk dapat membawa nelayan pada titik sejahtera. Sehingga LAZNAS Ikadi menyiapkan beberapa program untuk nelayan yang bertujuan untuk membantu nelayan untuk dapat lebih berdaya.

Program Peternak

PETERNAK Data BPS terbaru menunjukkan bahwa terdapat defisit produksi daging sapi di Indonesia. 496 ribu ton pada tahun 2024 tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan daging sapi yang mencapai 759 ribu ton. Defisit ini memicu impor yang dilakukan oleh pemerintah. Padahal, apabila kebutuhan daging sapi dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan di masyarakat khususnya bagi peternak.

Program UMKM

UMKM Terbatasnya lapangan pekerjaan formal di Indonesia dengan dibandingkan dengan jumlah penduduknya menyebabkan banyak rakyat Indonesia beralih untuk berwirausaha. Hal ini diperparah dengan tingginya angka PHK. Pada Januari-Juli 2025 saja terdapat lebih dari 42 ribu pekerja yang mengalami PHK. Mendirikan UMKM pun makin menjamur akibat dari faktor-faktor di atas. Kebutuhan atas terpenuhinya kebutuhan pokok menjadi salah satu alasan utama orang untuk menjadi wirausaha. Data menunjukkan peningkatan jumlah UMKM hingga mencapai 65 juta unit usaha. Padahal idealnya, jumlah UMKM seharusnya berkurang tiap tahun. Hal ini dikarenakan seharusnya UMKM naik kelas menjadi dari usaha mikro menjadi kecil, menengah, bahkan besar. Bertambahnya jumlah unit UMKM dapat dilihat sebagai dampak dari tingginya angka PHK. Berwirausaha pun menjadi pintu darurat yang bisa diambil untuk menyambung hidup. Sayangnya, UMKM yang dibangun karena keterpaksaan ini menjadikan ia menjadi usaha yang rentan. Sehingga perlu ada pendampingan bagi UMKM sehingga bisa naik kelas. LAZNAS Ikadi merasa perlu memberikan intervensi terhadap kondisi di atas. Program UMKM ini dibuat untuk dapat mendorong UMKM untuk naik kelas bagi pelaku UMKM. Pertama LAZNAS Ikadi hadir dengan Program Bantuan Makan Sehat bagi pelaku UMKM. Program ini direncanakan mengalokasi dengan 25% dana program. Program awal ini dibuat untuk memastikan bahwa keluarga pelaku UMKM telah mendapatkan kebutuhan pangan dasar. Terpenuhinya kebutuhan pangan dasar menjadi hal penting untuk penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya dengan lebih maksimal.

Program Kesehatan Masyarakat

KESEHATAN MASYARAKAT Hari ini, rasio puskesmas di Indonesia masih berada pada angka 1,4 per 100.000 jiwa. Jumlah ini masih jauh dibawah standar WHO di angka 2 puskesmas per 100.000 jiwa. Angka ini diperparah dengan ketimpangan distribusi dokter baik dokter umum dan dokter spesialis di Indonesia. Saat ini, di daerah perkotaan terdapat 1,1 dokter umum setiap 1000 jiwa. Jauh lebih tinggi ketimbang di pedesaan yang hanya 0,27 per 1000 jiwa. Distribusi dokter spesialis pun tidak lebih baik. Indeks Gini distribusi dokter spesialis hanya di angka 0,53. Data-data di atas menunjukkan bahwa akses kesehatan saat ini belum merata di Indonesia. Khususnya di daerah pedesaan, tidak semua masyarakat mudah untuk mengakses fasilitas kesehatan. Pun meski dengan adanya BPJS, jika fasilitas kesehatan tidak terjangkau, maka dampak yang diberikan dari BPJS pun tidak maksimal. LAZNAS Ikadi melihat aksesbilitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang rendah merupakan problem yang perlu mendapatkan intervensi. Melalui Program Kesehatan Masyarakat, LAZNAS Ikadi berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau bahkan gratis.

Program Pendidikan

Pendidikan Pendidikan adalah jalan utama menuju perubahan dan kemajuan.Namun,tidak semua anak di indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendididkan yang layak.masih banyak anak-anak dan remaja dari keluarga prasejahtera yang harus menghentikan sekolah karena persoalan biaya.mereka memiliki semangat,mimpi,dan kemampuan,tetapi terkendala oleh kondisi ekonomi keluarga. Di sisi lain, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya terletak pada akses, tetapi juga pada kualitas. Banyak generasi muda yang mengalami krisis arah hidup, lemahnya karakter, serta minimnya keterampilan hidup dan kepemimpinan. Program Beasiswa pendidikan lahir sebagai bentuk respon terhadap dua tantangan besar tersebut: akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, serta pembentukan karakter dan kualitas generasi muda. Program ini menyasar pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa, agar mereka tidak hanya bisa terus belajar, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang unggul dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari peluang-peluang kecil yang diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan dukungan dari donatur, baik individu maupun perusahaan, program ini menjadi jembatan untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berkontribusi untuk negeri.

Support Us

We Need Your Help

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.